Finally I come back with the new title here. Yes, I am a mother now, and I`m still learning how to be a good one. I just want to share my breastfeeding story because I know choosing to provide the best food for my baby is not an easy thing. It fills with struggle, sacrifice, and determination. I just want to share my story and tell the other mom that "You are not alone, and we are all in this together".
note : I am pro ASI, dan masih memperjuangkan ASI 2 tahun. Walaupun aku tahu banyak ibu yang memilih untuk memberikan anaknya susu formula/ ASI + Sufor dengan alasannya masing - masing, aku berharap dengan tulisan pengalamanku ini banyak ibu yang juga bisa berjuang mendapatkan ASI 2 tahun. Dari pengalamanku ini aku menjabarkan kesalahan- kesalahanku dalam proses mengASIhi serta menyimpulkan pemahaman - pemahaman yang salah mengenai proses mengASIhi.Diharapkan kesalahan -kesalahan yang aku lakukan tidak diulangi lagi untuk anak kedua. Selain itu other mom juga bisa mempunyai mindset yang berbeda mengenai proses menyusui.
Aku melahirkan anak pertamaku pada tanggal 2 Mei 2019, tentu itu adalah hari yang sangat membahagiakan bagi diriku dan suamiku yang selalu berada di sampingku. Tidak ada yang salah saat baby R lahir ke dunia. Alhamdulilah baby R lahir dengan keadaan sehat wal`afiat tanpa kekurangan sedikit pun. Baby R lahir sekitar pukul 6 sore, karena prosedur rumah sakit kami belum bisa langsung bertemu dengan si baby. Rumah sakit mewajibkan 6 jam observasi supaya bisa memantau perkembangan si baby setelah lahir. 6 jam setelah baby R lahir, Barulah aku bisa menyusui baby R.
Jika boleh berkata jujur, aku tidak pernah membekali diriku dengan pengetahuan mengenai menyusui, dari prosesnya, kendalanya, hingga hal hal yang tidak boleh di lakukan saat sedang dalam proses menyusui, dan itu adalah KESALAHAN pertamaku. Sewaktu hamil dulu, aku mengira proses menyusui tidaklah sulit, karena orang - orang di sekitar ku pun bisa menyusui anaknya tanpa kendala. Ibu ku pun bisa menyusui ketiga anaknya hingga 2 tahun. Ternyata proses menyusui tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Sebelum mulai menyusui untuk pertama kalinnya, suster mengajarkanku bagaimana cara menyusui yang baik dan benar. Hal itu pun yang aku lakukan saat mencoba menyusui baby R, percobaan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Hari pertama ASI ku belum keluar, padahal kedua payudaraku mulai terasa berat. Hingga hari ketiga di rumah sakit pun tidak ada tanda-tanda asi keluar dari payudaraku padahal payudaraku sudah terlihat membengkak. Aku pun selalu menyusui baby R per 2-3 jam. Akhirnya baby R mengalami dehidrasi, suhu badannya naik dengan cepat. Ibu mana yang tidak panik saat anaknya panas tinggi. Akhirnya dengan keputusan bersama, kami sepakat untuk memberikan sufor pada hari ketiga dengan menggunakan dot. (Yang pada akhirnya aku menyadari hal tersebut merupakan KESALAHAN yang kedua).
Pada waktu itu pengetahuanku tentang penggunaan dot masih zero. Dulu ibuku pun juga memberikan sufor dengan media dot di awal awal setelah kelahiran karena ASInya belum keluar, dan ibuku bisa menyusui aku dan saudara- saudaraku hingga 2 tahun. Hal - hal itulah yang membuatku yakin bahwa tidak masalah untuk menggunakan dot.
To be continued ........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar