Senin, 31 Agustus 2015

Poetry




The Ferry-Tale
Based on a true story
The tragedy of Sewol Ferry Sinking (South Korea, April, 16 2014)

The land of Ginseng once told a tragedy.
About the Ferry-tale that will be in the history.

Right after the sea swallowed the whole Ferry
Many people became so angry.

The blank eyes observed the atmosphere
It was the girl sat in the chair.
Didn’t know whom to share
A young lady approached to care.

“Hey, dear. Your beautiful eyes
like a star that hide its shine.
It is sweet, but as cold as ice.
Would you mind your story to be mine?”

“No one I know.
Nowhere to go.
Nobody care my sorrow.
I asked them to help, they said ‘no’.
I just ask where is my family now,
but they said ‘let it go’.
I wanna cry. I wanna shout calling their names.
My Ma, Pa, and my dear brother, I couldn’t find their existences.”

“O dear, don’t follow your confusion.
Raise your head and be in the stable rhyme.
Here many people don’t reach any conclusion.
O dear, Where is the last time?”

“Nowhere but… at the ferry. When my brother left me with this jacket of life.”

The girl pointed out to the dark ocean
Where the rescue team was seeking for the life sign
Then the girl told a tale of a vacation
That turned into a tragic line.

The girl excitedly said to her beloved brother,
“Dear my brother, do you hear my heart beats?
You, Ma, Pa and I together celebrate the blossom of the year
Above this magnificent Ferry seats.”

“Like a baby get a colorful candy
I feel comfy with the oneness of our family
As free as the bird sings a melody
I know this journey will end happily.”

Days had left. The ferry planned to visit the paradise
When a sudden collision pulled the big ship to the hell of life.
Every people shouting, everybody running like mice
Finding a safe place to stay away from the dead knife

Like a guardian angel with its protected wing
The brother embraced his little sister searching for a certainty
A light of hope came from an orange vest like precious thing
That will bring a one life into the infinity

“Hold this vest with your life.
Live for your future life
The past is ours,
The future is yours.”

“What do you mean by that?
Brother, is everything all right?
Something frightening run into my blood
All I can do is praying to the God”

“O dear, don’t follow your confusion.
I’ll search for Ma and Pa, and I’ll be back.
Now I’ll tell you my biggest confession.
I do love you, but don’t follow my back.”

The time did not want to conspire with life
To set all the passenger alive
Two hours felt like two minutes, two minutes felt like a second.
And the Ferry approached the very bottom of the ocean

The girl had a second chance to live. It was the sacrifice from the brother

“Now, here I am
A girl waiting for a miracle.
Hopeless to see them
Doubtful to face a new cycle.”

“O dear, let me wipe your tears.
Don’t follow your fears.
Let me whisper in your ears.
The past is ours, and the future is yours.”

The young lady embraced her, and the girl felt familiar warmth.
The young lady left her, smiled, and disappeared in a crowd.

It was the meaningful smile that the girl had ever seen before.






A Dialogue Poem by:
Lintang Fitriapri
Nida Lathifah
Nurul Shobrina Imamah

Kazoku Game

Kazoku Game merupakan salah satu film Jepang yang memperlihatkan fenomena keluarga modern saat ini (lebih tepatnya di Jepang, dan mungkin sudah ditemukan juga keluarga-keluarga seperti ini di Indonesia). Keluarga yang terlihat sukses dan berhasil di luar, namun di dalamnya, tidak ditemukan sebuah pondasi kuat yang menyatukan mereka. Alhasil, seperti halnya bangunan, keluarga yang tidak memiliki pondasi yang kuat suatu saat akan hancur.

Film ini bercerita mengenai keluarga Numata. Keluarga Numata tinggal di rumah yang megah, memiliki mobil, dan sangat disegani oleh para tetanggannya. Para tetangganya menilai keluarga Numata sebagai keluarga idaman. Sang ayah Kazushige Numata bekerja di sebuah perusahaan besar. Ia dapat di bilang sukses di dalam karirnya walaupun ternyata pada akhirnya terungkap bahwa ia dapat sukses dengan cara yang salah. Kazushige memiliki sorang istri dan dua anak laki-laki. Istri Kazushige, Kayoko merupakan seorang ibu rumah tangga idaman. Ia selalu melakukan tugasnnya sebagai ibu rumah tangga dengan sempurna, seperti mencuci, membersihkan rumah, dan selalu menyiapkan makanan untuk keluarganya. Ia selalu tersenyum dan menyapa ramah keapada suami, anak-anak, dan tetangga-tetangganya. Siapa yang tahu ternyata ia tidak pernah merasakan kebahagiaan di dalam hidupnya. Dua anggota keluarga terakhir di dalam keluarga Numata yaitu kakak beradik Shinichi dan Shigeyuki.Shinichi, anak pertama keluarga Numata, merupakan sosok anak idaman bagi suatu keluarga. Ia merupakan anak yang pintar, tidak hanya di bidang akademik tapi juga di bidang olahraga. Ia selalu mendapatkan nilai yang bagus, ia pun juga bersekolah di SMA unggulan. Selain itu, ia sudah sangat sering memenangkan perlombaan di dalam bidang olahraga. Berbeda dengan sang kakak, Shigeyuki tidak memiliki catatan nilai akademik yang baik. Ia selalu mendapatkan rangking terbawah di kelas.

Keluarga idaman ini hidup tenang, melakukan rutinitas mereka sehari-hari, hingga suatu hari Kayoko memanggil guru privat untuk mengajari Shigeyuki supaya ia dapat memasuki SMA unggulan. Guru privat inilah yang nantinya akan menunjukan kebobrokan keluarga Numata. Guru privat yang dipanggil oleh Kayoko ini bernama Yoshimoto. Pada home page yang ia miliki ia mengaku lulus dari universitas Tokyo, universitas terbaik di Jepang. Sang guru privat juga menjamin 100% anak-anak yang ia ajar akan masuk ke universitas Tokyo. Tanpa di sangka, sang guru privat memiliki cara yang unik dan mungkin terlalu kejam untuk menyelesaikan masalah yang dimiliki Shigeyuki dan juga keluarga Numata. Kenapa akhirnya Yoshimoto juga ikut campur dalam permasalahan keluarga Numata? Jawabannya yaitu karena faktor utama penyebab masalah Shigeyuki yaitu keluarga Numata sendiri.

Saat Yoshimoto mulai mendekati Shigeyuki yang pada waktu itu sudah tidak masuk sekolah selama seminggu, ia akhirnya mengetahui bahwa Shigeyuki tidak mau masuk sekolah karena ia selalu diejek dan dipukuli oleh teman-teman sekolahnya. Bermula dari membantu Shigeyuki menjadi pribadi yang kuat, ia juga akhirnya mempengaruhi semua perilaku keluarga Numata yang ternyata secara tidak langsung merupakan salah satu penyebab Shigeyuki menjadi pribadi yang lemah. Yoshimoto sendiri memiliki masa lalu yang kelam, yang menyebabkan ia melakukan hal-hal yang "kejam" terhadap keluarga Numata.

Film Kazoku Game ini meunurut saya sangat menarik karena jujur saya sama sekali tidak bisa menebak jalan cerita film ini. Karakter Yoshimoto di sini juga sangat misterius dan sangat sulit untuk di tebak. Perilaku-perilaku Yoshimoto yang juga naik turun membuat karakter sang guru menjadi lebih misterius.

Para pemain film ini juga sangat bagus dalam memerankan peran mereka masing-masing. Terutama Sho Sakurai yang berperan menjadi guru Yoshimoto. Terbukti dengan penghargaan-penghargaan yang banyak diterima para pemainnya. 

Mengapa saya memilih film ini sebagai salah satu film Jepang yang cukup bagus? Jawabannya yaitu karena film ini menyadarkan saya betapa penting peran keluarga di dalam kehidupan. 

Film yang menggabungkan tema keluarga, pendidikan, dan bullying ini mengajarkan kita bahwa perilaku seorang anak di sekolah atau di tempat ia bersosialisasi sangat dipengaruhi oleh keluarga. Orang tua, kakak, dan adik memiliki peran besar dalam pembentukan karakter seorang anak yang nantinya akan menjadi orang dewasa.

Hubungan antara perilaku anak di sekolah dengan keluarganya digambarkan sangat berkaitan di dalam film ini. Anak yang suka melakukan bullying dan anak korban dari perilaku bullying sama-sama diciptakan oleh keluarganya masing-masing.

Film ini juga memberitahu kita bahwa keluarga merupakan awal dari pembentukan suatu dunia. Keluarga yang baik akan menciptakan generasi-generasi yang baik. Begitu pula sebaiknya.

Film ini juga memperlihatkan bahwa untuk memiliki pondasi yang kuat, sebuah keluarga harus melakukan satu hal, yaitu komunikasi.

Walaupun dalam kehidupan nyata hampir tidak akan mungkin kita menemukan guru seperti Yoshimoto, namun yang terpenting yaitu pesan yang diangkat film ini untuk menyadarkan manusia terhadap apa yang telah mereka lakukan terhadap keluarga dan orang-orang di sekeliling mereka.


Sumber Gambar: Asianwiki

Senin, 17 Agustus 2015

Sebagian Kecil Bukti Kecerdasan Bangsa Indonesia



Hanya ingin berbagi pengalaman dari apa yang mata saya lihat mengenai sebagian kecil dari keunikan Indonesia. Jika berbicara mengenai kebudayaan/budaya kebanyakan kita pasti akan mengaitkannya dengan kesenian-kesenian atau tradisi-tradisi dari suatu daerah tertentu. Namun sebenarnya semua hal yang diciptakan dan dibentuk oleh manusia dapat juga dikatakan sebagai kebudayaan. Kali ini saya tidak membahas kesenian ataupun tradisi. Saya membahas beberapa jenis alat-alat yang biasa digunakan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur. Beberapa alat yang menurut saya pribadi sangat unik dan membuat saya menyadari bahwa masyarakat Indonesia dianugrahi Allah dengan kreativitas yang luar biasa. Gambar-gambar yang ada akan saya jabarkan diambil di salah satu rumah pertemuan/rekreasi yang terletak di kaki gunung Wilis, Madiun Jawa Timur.  Salah satu gunung ciptaan Allah yang masih belum terjamah tangan-tangan tidak bertangung jawab manusia.

Foto di samping merupakan beberapa buah cangkir yang terbuat dari tanah liat dan berwarna abu-abu kehitaman. Di bawah cangkir-cangkir tersebut di beri alas dua buah anyaman bambu atau yang lebih dikenal dengan nama tampah. Ketika saya minum air dengan menggunakan cangkir tersebut, saya dapat mencium aroma khas yang dihasilkan dari pembakaran tanah liat.  Hal yang sama tidak akan dirasakan jika saya hanya menggunakan cangkir yang terbuat dari beling atau plastik.


The second is The Giant Congklak. Setidaknya itu lah yang pertama kali terlintas di pikiran saya setelah melihat congklak berukuran sangat besar ini. Setiap orang Indonesia pasti tahu permainan tradisional yang dinamakan congklak. Sebuah permainan dengan menggunakan papan congklak (papan yang memiliki beberapa bolongan untuk meletakkan biji congklak, seperti gambar yang saya ambil di atas). The Giant Congklak ini juga sama seperti papan permainan congklak, hanya saja ukurannya bisa 3-4 kali lebih besar di bandingkan papan congklak yang biasa digunakan untuk bermain congklak. Biji congklak yang ada pada The Giant Congklak ini juga bukan biji dari plastik, melainkan batu-batu kerikil yang ukurannya cukup besar. Mungkin akan memakan waktu lebih lama jika memainkan The Giant Congklak ini.

Foto terakhir yang akan saya tunjukkan yaitu foto dua buah tempat penyimpanan air/kendi dan empat buah tempat untuk menuangkan air minum. Kedua tempat penyimpanan air di depan terlihat berukuran lebih besar dibandingkan empat yang di belakang. Seperti halnya benda-benda khas Jawa sebelumnya, keenam benda diatas juga memperlihatkan keunikan benda-benda khas Jawa.

Foto-foto yang saya ambil di atas merupakan sebagian kecil dari hasil-hasil kreativitas bangsa Indonesia. Selama ini kita tidak pernah menyadari betapa kreatifnya manusia yang hidup di tanah Indonesia ini. Allah telah menganugerahkan keahlian untuk menjadi kreatif, dan tidak semua bangsa memiliki keahlian tersebut. Bangsa Indonesia yang sangat kreatif ini hanya lupa satu hal, kita lupa bersyukur, kita lupa melihat ke bawah, dan kita terkadang lupa akan batasan-batasan dari kreativitas.

Sabtu, 01 Agustus 2015

The City of Garbage

I just got back from my hometown a week ago, and I was really really sad when I realized that we are actually living in the city of garbage. 



Hanya ingin berbagi pemikiran, tidak untuk menjadi guru, tidak pula untuk menyinggung siapapun. Hanya berusaha untuk membuat saya, anda, kalian, dan kita berinstropeksi diri akan apa yang sudah kita semua lakukan terhadap bumi. 

Gabungan foto-foto di atas di ambil pada tanggal 23 Juli 2015 di beberapa lokasi di tol Cikampek. Saya dan keluarga sedang berada di tengah-tengah lautan mobil dan manusia ketika saya menyadari hampir di sepanjang jalan dan beberapa tempat pemberhentian di Tol Cikampek dan Tol Cipali berserakan sisa-sisa  pembuangan hasil dari aktivitas manusia atau disebut juga dengan sampah. Beberapa foto di atas hanya sebagian kecil dari keseluruhan sampah yang saya lihat di sepanjang dua tol tersebut (pemandangan yang lebih menyedihkan dapat dilihat dengan jelas di beberapa tempat pemberhentian). Sayang saya baru dapat megambil gambar ketika berada di tol Cikampek.


The pictures tell everything. Tidak perlu berkata-kata manis ataupun memaki-maki untuk menunjukkan hal-hal kecil dari kebiasaan manusia yang melukai alam.
The eyes witness every little thing. Jutaan mata manusia yang melewati kedua jalan tol tersebut pasti menyaksikan betapa "indah" nya sampah-sampah yang menjadi hiasan di sepanjang jalan.  
But, the heart has blinded by our selfishness. Namun, kenapa hati hanya berdiam diri? the answer can be anything and anywhere, but I think the answer will appear when I and you realize the importance of the world we live in. When we realize that we cannot be selfish toward the earth.

 We are living in the city of Garbage. Tidak pernah saya dan kita menyadari bahwa selama ini kita hidup di atas keserakahan, kebutaan, dan keegoisan manusia terhadap alam, terhadap bumi, dan terutama terhadap Tuhan yang telah memberikan kita kesempatan untuk menghirup udara serta menyaksikan salah satu kreasi terindah-NYA. Sampah merupakan salah satu bukti nyata keegoisan dan keserakahan itu.

We are or not doing a good thing. Mudik, pulang ke kampung halaman untuk bertemu sanak keluarga, untuk bersilaturahmi menjalankan salah satu kebaikan yang juga perintah agama. Kebaikan silaturahmi itu bagaimana nilai nya jika saya dan anda melakukan kesalahan/keburukkan di dalamnya. Kesalahan dengan melukai bumi dan penciptanya.  Jika kebaikan dan keburukan tersebut kita masukkan ke dalam hitungan matematika, maka akan di dapatkan 1-1=0. Apa yang kita dapat? Walaupun kembali lagi kebaikan dan keburukan manusia hanya Tuhan yang menilainya.

I 100% believe that we all know the impact of hurting the earth, the nature. I won`t say a thing. However, I cannot believe if we are still hurting the earth when we know what the earth can do to us.

Sekali lagi, tulisan di atas hanya sebuah opini tanpa ada sedikit pun keinginan untuk menyinggung siapapun.Tulisan di atas khususnya dibuat untuk mengingatkan diri saya sendiri yang sering khilaf dalam banyak hal.


picture: Google image