Senin, 31 Agustus 2015

Kazoku Game

Kazoku Game merupakan salah satu film Jepang yang memperlihatkan fenomena keluarga modern saat ini (lebih tepatnya di Jepang, dan mungkin sudah ditemukan juga keluarga-keluarga seperti ini di Indonesia). Keluarga yang terlihat sukses dan berhasil di luar, namun di dalamnya, tidak ditemukan sebuah pondasi kuat yang menyatukan mereka. Alhasil, seperti halnya bangunan, keluarga yang tidak memiliki pondasi yang kuat suatu saat akan hancur.

Film ini bercerita mengenai keluarga Numata. Keluarga Numata tinggal di rumah yang megah, memiliki mobil, dan sangat disegani oleh para tetanggannya. Para tetangganya menilai keluarga Numata sebagai keluarga idaman. Sang ayah Kazushige Numata bekerja di sebuah perusahaan besar. Ia dapat di bilang sukses di dalam karirnya walaupun ternyata pada akhirnya terungkap bahwa ia dapat sukses dengan cara yang salah. Kazushige memiliki sorang istri dan dua anak laki-laki. Istri Kazushige, Kayoko merupakan seorang ibu rumah tangga idaman. Ia selalu melakukan tugasnnya sebagai ibu rumah tangga dengan sempurna, seperti mencuci, membersihkan rumah, dan selalu menyiapkan makanan untuk keluarganya. Ia selalu tersenyum dan menyapa ramah keapada suami, anak-anak, dan tetangga-tetangganya. Siapa yang tahu ternyata ia tidak pernah merasakan kebahagiaan di dalam hidupnya. Dua anggota keluarga terakhir di dalam keluarga Numata yaitu kakak beradik Shinichi dan Shigeyuki.Shinichi, anak pertama keluarga Numata, merupakan sosok anak idaman bagi suatu keluarga. Ia merupakan anak yang pintar, tidak hanya di bidang akademik tapi juga di bidang olahraga. Ia selalu mendapatkan nilai yang bagus, ia pun juga bersekolah di SMA unggulan. Selain itu, ia sudah sangat sering memenangkan perlombaan di dalam bidang olahraga. Berbeda dengan sang kakak, Shigeyuki tidak memiliki catatan nilai akademik yang baik. Ia selalu mendapatkan rangking terbawah di kelas.

Keluarga idaman ini hidup tenang, melakukan rutinitas mereka sehari-hari, hingga suatu hari Kayoko memanggil guru privat untuk mengajari Shigeyuki supaya ia dapat memasuki SMA unggulan. Guru privat inilah yang nantinya akan menunjukan kebobrokan keluarga Numata. Guru privat yang dipanggil oleh Kayoko ini bernama Yoshimoto. Pada home page yang ia miliki ia mengaku lulus dari universitas Tokyo, universitas terbaik di Jepang. Sang guru privat juga menjamin 100% anak-anak yang ia ajar akan masuk ke universitas Tokyo. Tanpa di sangka, sang guru privat memiliki cara yang unik dan mungkin terlalu kejam untuk menyelesaikan masalah yang dimiliki Shigeyuki dan juga keluarga Numata. Kenapa akhirnya Yoshimoto juga ikut campur dalam permasalahan keluarga Numata? Jawabannya yaitu karena faktor utama penyebab masalah Shigeyuki yaitu keluarga Numata sendiri.

Saat Yoshimoto mulai mendekati Shigeyuki yang pada waktu itu sudah tidak masuk sekolah selama seminggu, ia akhirnya mengetahui bahwa Shigeyuki tidak mau masuk sekolah karena ia selalu diejek dan dipukuli oleh teman-teman sekolahnya. Bermula dari membantu Shigeyuki menjadi pribadi yang kuat, ia juga akhirnya mempengaruhi semua perilaku keluarga Numata yang ternyata secara tidak langsung merupakan salah satu penyebab Shigeyuki menjadi pribadi yang lemah. Yoshimoto sendiri memiliki masa lalu yang kelam, yang menyebabkan ia melakukan hal-hal yang "kejam" terhadap keluarga Numata.

Film Kazoku Game ini meunurut saya sangat menarik karena jujur saya sama sekali tidak bisa menebak jalan cerita film ini. Karakter Yoshimoto di sini juga sangat misterius dan sangat sulit untuk di tebak. Perilaku-perilaku Yoshimoto yang juga naik turun membuat karakter sang guru menjadi lebih misterius.

Para pemain film ini juga sangat bagus dalam memerankan peran mereka masing-masing. Terutama Sho Sakurai yang berperan menjadi guru Yoshimoto. Terbukti dengan penghargaan-penghargaan yang banyak diterima para pemainnya. 

Mengapa saya memilih film ini sebagai salah satu film Jepang yang cukup bagus? Jawabannya yaitu karena film ini menyadarkan saya betapa penting peran keluarga di dalam kehidupan. 

Film yang menggabungkan tema keluarga, pendidikan, dan bullying ini mengajarkan kita bahwa perilaku seorang anak di sekolah atau di tempat ia bersosialisasi sangat dipengaruhi oleh keluarga. Orang tua, kakak, dan adik memiliki peran besar dalam pembentukan karakter seorang anak yang nantinya akan menjadi orang dewasa.

Hubungan antara perilaku anak di sekolah dengan keluarganya digambarkan sangat berkaitan di dalam film ini. Anak yang suka melakukan bullying dan anak korban dari perilaku bullying sama-sama diciptakan oleh keluarganya masing-masing.

Film ini juga memberitahu kita bahwa keluarga merupakan awal dari pembentukan suatu dunia. Keluarga yang baik akan menciptakan generasi-generasi yang baik. Begitu pula sebaiknya.

Film ini juga memperlihatkan bahwa untuk memiliki pondasi yang kuat, sebuah keluarga harus melakukan satu hal, yaitu komunikasi.

Walaupun dalam kehidupan nyata hampir tidak akan mungkin kita menemukan guru seperti Yoshimoto, namun yang terpenting yaitu pesan yang diangkat film ini untuk menyadarkan manusia terhadap apa yang telah mereka lakukan terhadap keluarga dan orang-orang di sekeliling mereka.


Sumber Gambar: Asianwiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar