Jumat, 24 Januari 2014

The Earth is a Gift

Bumi bukan sebuah hiasan, bumi bukan tempat untuk melempar murka, bumi bukan tempat menciptakan kerusuhan, bumi bukan sebuah tempat pembuangan akhir dari perilaku buruk manusia, bumi bukanlah tempat sampah, tapi bumi merupakan hadiah terindah dari Tuhan yang diberikan untuk segumpal daging, sehembus udara, serta sekecil kehidupan makhluk - makhluknya.

Hadiah, siapa manusia yang tidak menginginkan sebuah hadiah? setiap manusia di bumi ini pasti dengan lekas mengambil langkah ketika akan mendapatkan sebuah hadiah. Tidak hanya sang penerima hadiah, sang pemberi hadiah pun akan sangat bergembira jika ia dapat memberikan sesuatu yang dapat memberikan kebahagiaan. Sang pemberi hadiah pastinya akan lebih bersuka cita jika ia tahu sang penerima hadiah selalu menghargai, merawat, serta mencintai hadiah tersebut. Namun, bagaimana jika sang pemberi tahu bahwa hadiah yang ia berikan tidak dihargai? tidak terpelihara? terlempar jauh tak terlihat lagi bentuk dan isinya? Setiap manusia yang menggunakan hati serta akal pikirannya pasti tahu apa yang akan dirasakan sang pemberi hadiah. Kekecewaan dan kemarahan akan terlihat dan tercipta, dan semua itu adalah sesuatu yang wajar.              


Lalu, bagaimana dengan bumi ini?  katakanlah, bumi merupakan hadiah paling indah yang diberikan oleh Tuhan sebagai atap serta lantai untuk berlindung para makhluknya. Ketika berbicara mengenai bumi, manusia yang dapat menggunakan akal pikiran serta hatinya dengan sangat baik akan secara langsung mencari sebuah cermin hati sebagai sarana untuk berintrospeksi diri. Perilaku apa yang secara tidak langsung merobek-robek hadiah pemberian Tuhan itu? Tuhan merupakan Sang pemberi hadiah, dan manusia merupakan makhluk - mahkluk kecil yang menerima hadiah tersebut. Namun, apa yang telah manusia lakukan terhadap pemberian Tuhan itu? Manusia tidak merawatnya, manusia dengan egoisnya menjadikan bumi sebagai tempat pelampiasan dan pembuangan keserakahan, manusia merusak bumi ini dengan nafsunya. Lalu, apa yang manusia harapkan dengan perilaku mereka itu? kebanyankan manusia masih mengharapkan keharmonisan, ketentraman, kebahagiaan, serta keceriaan di dalam hidup mereka. Dengan perilaku yang telah mereka lakukan terhadap hadiah dari Tuhan ini, dan mereka masih menginginkan sesuatu yang indah. Sungguh menggelikan apa yang para manusia itu pikirkan. Saat ini manusia sudah tidak dapat mengkontrol keegoisan mereka dengan menyakiti bumi. Sampah-sampah berserakan, polusi pun tak terbendungkan. Mereka menyakiti bumi, mereka membuat bumi menangis. Lalu, hadiah ini, bumi ini, apakah yang akan dilakukan sang pemberi hadiah? Sekali lagi, orang yang dapat menggunakan akal pikiran serta hatinya dengan baik akan tahu apa yang akan dilakukan sang pemberi hadiah? Tuhan memang Maha Baik, Maha Pemurah, Maha Pemaaf, dan Maha Segalanya, setiap kebaikan ada padanya. Namun, jika dilihat dari tingkah laku manusia terhadap hadiah pemberiaanya ini, sangat wajar jika Tuhan menegur para manusia - manusia tak berdaya ini.


Bencana alam merupakan salah satu bentuk Tuhan menegur para manusia. Banjir, tanah longsor, tsunami, global warming, sebutkanlah satu satu permasalah yang dihadapi manusia saat ini dan yang akan dihadapi manusia di masa mendatang. Permasalahan ini ada karena Tuhan peduli terhadap para manusia, Tuhan menegur manusia dengan caranya supaya para manusia sadar dengan apa yang telah mereka lakukan. Tuhan hanya ingin para manusia menghargai apa yang telah Ia berikan.Tuhan sangatlah baik, walau manusia telah menginjak injak hadiah yang Ia berikan, Ia tetap Maha Pemaaf. Ia akan selalu memaafkan perbuatan para manusia yang telah menyakitiNYA. Namun pada kenyataannya, manusia masih tidak menyadari apa yang telah mereka lakukan. Saat bencana datang, banyak dari mereka yang saling menyalahkan satu sama lain, mereka pun tetap  mengejar keuntungan untuk diri mereka sendiri, yang terparah adalah sebagian dari para manusia dengan bangganya  menyaingi kekuatan Sang Ilahi. Dengan perilaku - perilaku itu, apakah yang akan Tuhan lakukan selanjutnya? Bagi para manusia yang dapat menggunakan akal pikiran serta hati nya dengan baik, mereka pasti akan berpikir, mereka tentunya akan bercermin pada hati-hati kecil mereka. Manusia memiliki akal pikiran serta hati yang merupakan satu hadiah lagi pemberian Sang Ilahi. Gunakanlah dengan seksama untuk keberlangsungan serta keharmonisan kehidupan ini.

Inti dari sebuah hadiah adalah kebahagian bagi kedua belah pihak, sang pemberi dan sang penerima. Janganlah merusak kebahagiaan itu dengan menghancurkan hadiah tersebut.

Images: Pixabay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar