Kamis, 02 April 2015

Playing Games in the 90s

Di zaman modern seperti saat ini bermain telah jarang dihubungkan dengan kegiatan aktif. Anak-anak  yang berada di era ini cenderung bermain dengan game/permainan yang terdapat pada gadget mereka, termasuk anak-anak Indonesia. Kegiatan bermain mereka cenderung pasif, karena mereka hanya berpaku pada gadget mereka saja.  Hal ini berbeda dengan kegiatan-kegiatan bermain yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia yang lahir pada tahun 90-an. Indonesia memiliki berbagai macam permainan tradisional. Permainan-permainan ini-lah yang sering dimainkan oleh anak-anak pada masa itu. Baik yang menggunakan alat maupun yang hanya memerlukan orang untuk memainkannya. Permainan-permainan yang ada pun cenderung aktif. Anak-anak pada masa itu cenderung kreatif dan sehat karena mereka sering bermain di luar rumah dengan permainan-permainan yang menghibur. Apa saja permainan menarik yang dimainkan anak-anak Indonesia zaman dulu? Di bawah ini yaitu beberapa permainan anak-anak era 90an Indonesia yang pernah saya dan anak-anak pada masa itu mainkan.


1. Lompat Tali
Permainan ini sangat sering dimainkan oleh anak-anak Indonesia tahun 90-an. Permainan ini selain menyehatkan juga sangat mudah untuk dimainkan. Biasanya, permainan ini  dimainkan oleh anak-anak perempuan. Mereka menggunakan karet-karet gelang yang disambung-sambung hingga membentuk untaian tali yang panjang. Permainan ini membutuhkan setidaknya tiga orang walaupun akan lebih seru jika dimainkan oleh banyak orang. Cara bermainnya sangat mudah, pada dasarnya, terdapat dua cara memainkan permainan ini. Pertama, tali yang terbuat dari karet ini di pegang oleh dua orang yang kalah dalam hom pim pa. Mereka tidak akan memutar tali nya, namun anak-anak yang tidak memegang tali harus meloncati tali tersebut dari mulai mata kaki hingga kepala tanpa menyentuh tali tersebut. Kedua, dua anak memegang dua sisi tali untuk memutarnya. Gaya yang harus ditampilkan oleh anak-anak yang loncat di dalam tali sangat bervariasi, mulai dari berdiri biasa, jongkok, angkat kaki satu, dan memegang bagian-bagian tubuh lainnya.

2. Bentengan
Permainan bentengan juga merupakan salah satu permainan khas Indonesia yang sering dimainkan oleh anak-anak Indonesia. Permainan ini tidak membutuhkan alat-alat khusus, hanya saja membutuhkan dua buah tiang yang saling berhadapan. Oleh karena itu, permainan ini biasanya dimainkan di lapangan yang luas. Permainan ini setidaknya membutuhkan 10 orang pemain (5 orang untuk satu sisi dan 5 orang berjaga di sisi lainnya). Cara bermainnya sangat mudah, setiap grup harus bisa menjaga tiang (benteng) nya dari lawan. Jadi, setiap anggota kelompok harus memiliki strategi untuk menyerang dan bertahan. Permainan akan selesai jika salah satu orang memegang tiang/benteng dari musuh/kelompok lain dan berteriak kata "BENTENG !!".

3. Engklek
Permainan Engklek sebenarnya bisa di lakukan di dalam rumah, namun kebanyakan anak memainkannya di luar rumah (lapangan/jalan). Permainan ini pun menjadi permainan khas anak-anak Indonesia tahun 90-an.  Permainan ini hanya membutuhkan kapur/batu yang dapat digunakan untuk menggambar bentuk kotak-kotak. Setelah bentuk kotak-kotak selesai digambar, para pemainnya harus memilih batu/kayu yang berbeda antar para pemain supaya dapat dibedakan. Lalu, para pemainnya bergantian untuk melewati kotak-kotak tersebut, dimana satu kotak hanya boleh diinjak dengan satu kaki. Untuk memenangkan permainan, para pemainnya harus memindahkan batu yang telah mereka pilih sebelumnya ke kotak yang paling atas.

4. Bola Bekel
Permainan Bekel merupakan salah satu permainan yang sangat disukai oleh anak-anak perempuan. Permainan ini dapat dimainkan di mana saja karena alat yang digunakan tidak besar dan dapat di bawa ke mana-mana. Permainan Bola Bekel ini terdiri dari satu buah bola bekel yang dapat memantul jika dibenturkan ke lantai, dan enam buah biji bekel. Permainan ini bisa dimainkan oleh minimal dua orang, tapi akan lebih seru jika dimainkan banyak orang. Bagaimana cara memainkannya? Setiap anak yang mendapatkan giliran bermain harus memantulkan bola bekel dan mengambil enam biji bekel secara bersamaan. Terdapat beberapa level yang harus dimainkan. Level pertama yaitu mengambil biji-biji bekel satu persatu, lalu berlanjut hingga level keenam, mengambil keenam biji bekel secara bersamaan. Setelah menyelesaikan level enam masih berlanjut level selanjutnya. Biji bekel sendiri memilki dua buah sisi yang dinamakan pit dan roh. Level selanjutnya yaitu membalikkan biji-biji bekel ke arah sisi PIT dan mengambilnya mulai dari satu persatu hingga akhirnya membalikkan dan mengambil keenam biji secara bersamaan. Setelah itu barulah membalikkan biji-biji bekel ke arah sisi ROH dan prosesnya pun berulang. Namun, jika di tengah-tengah level anak yang memainkan tidak berhasil menangkap bola atau biji bekel, ia harus bergantian dengan pemain berikutnya hingga nanti datang lagi gilirannya. Permainan ini gampang-gampang susah, biasanya tidak banyak anak yang bisa menyelesaikan permainan ini hingga selesai, tapi bukan itu sebenarnya intinya. Intinya yang penting yaitu kebersamaan saat bermain Bola Bekel itu sendiri. 


Permainan-permainan ini hanya merupakan sebagian kecil dari permainan-permainan tradisional lainnya. Anak-anak yang merasakan masa di bawah era 90-an mungkin lebih merasakan berbagai macam permainan tradisional Indonesia yang kita miliki dan mainkan.Ada bagusnya jika anak-anak saat ini tetap memainkan permainan-permainan tradisional yang Indonesia miliki. Selain untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia dalam bidang permainan, permainan-permainan tradisional juga menyehatkan dan membuat anak-anak Indonesia lebih aktif dan kreatif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar