Sabtu, 13 Juni 2015

Menjadi Pengawas SBMPTN 2015





Tanggal 9 Juni 2015 mungkin merupakan tanggal yang menentukan nasib para pelajar SMA dan sederajat di Indonesia. Apakah mereka dapat melanjutkan sekolah mereka ke perguruan tinggi negeri yang mereka inginkan atau mereka harus menempuh jalan lain untuk meraih kesuksesan. Selasa, 9 Juni 2015, merupakan hari di mana SBMPTN di laksanakan. SBMPTN merupakan ujian masuk universitas-universitas unggulan di Indonesia. Pada hari ini serentak ujian di laksanakan dan diikuti kurang lebih 50.000 pelajar SMA sederajat se-Indonesia.

Pada kali ini, bukan sebagai peserta, tapi saya ingin membagi pengalaman saya saat menjadi pengawas SBMPTN. Setelah tanpa sengaja mendaftarkan diri sebagai pengawas SBMPTN melalui kampus saya Universitas Indonesia. (Saya mengetahui informasi OPREC pengawas SBMPTN ini dari email International Office UI)

Pada tanggal 3 Juni 2015 saya terpilih untuk menjadi salah satu pengawas SBMPTN tahun 2015. Pemberitahuan lolos tidaknya menjadi pengawas di berikan melalui SMS, dan para pengawas yang terpilih wajib untuk melakukan breafing pengawas pada tanggal 4 Juni 2015. Karena pada hari tersebut bertepatan dengan ujian, saya tidak dapat datang breafing. Untungnya saya masih diberi kesempatan untuk melakukan breafing pada tanggal 5 Juni 2015 pada hari Jum`at. Pada hari itu, saya diberi tahu bahwa breafing akan dimulai pukul 14.00 di Balai Sidang Universitas Indonesia.

Apa saja yang di lakukan pada saat breafing pengawas?
Pada hari Jum`at, 5 Juni 2015 pukul 14.00 di Balai Sidang UI, kami para pengawas SBMPTN diberikan pengarahan mengenai aturan-aturan apa saja yang harus dipatuhi para pengawas, dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kami juga diberitahu cara-cara untuk mencegah terjadinya kecurangan. Setelah pengarahan diberikan, kami diberikan uji kompetensi pengawas, dimana kami harus berhasil mendapatkan kurang lebih 90% jawaban benar dari total soal untuk bisa lulus dan mendapatkan kartu tanda pengawas. Butuh kira-kira satu jam untuk dapat menyelesaikan soal-soal tersebut. Setelah saya menukarkan hasil ujian saya dengan tanda pengenal untuk pengawas, akhirnya saya tahu bahwa saya akan menjadi pengawas untuk lokasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan untuk bidang SOSHUM.

H-1 SBMPTN
Karena saya tinggal di Depok, dan saya tidak begitu mengenal seluk beluk kota Jakarta, saya melakukan survey ke UNJ yang berlokasi di Rawamangun. Panitia SBMPTN juga menyarankan para pengawas untuk melakukan survey lokasi satu hari sebelum hari ujian SBMPTN. Untuk menuju UNJ dari Depok, saya memilih menggunakan Commuter Line, dan turun di Cikini. Setelah dari st. Cikini saya harus berjalan ke teater xxi dan mencari kopaja 49 hingga sampai Rawamangun. Setelah saya sampai di UNJ, saya mencari gedung tempat dilaksankannya ujian SBMPTN. Saya juga mencari tempat panitia lokasi UNJ.

Hari SBMPTN
Karena saya mengawas bidang SOSHUM, saya diwajibkan untuk datang pukul 8.00 pagi. Pukul 7.30 saya tiba di lokasi dan ternyata sudah banyak pengawas yang datang di lokasi. Soal ujian pun sudah sampai di kantor panitia lokasi. Saya menunggu san berkenalan dengan pengawas-pengawas lainnya hingga pengarahan dimulai pukul 8.00. Jujur, saya tidak begitu mendengar apa yang sang ketua panitia katakan, karena ruangan yang tidak kondusif. Ruangan tidak terlalu besar, namun diisi oleh puluhan pengawas dan panitia lainnya, saya sangat sulit untuk mendengar pengarahan yang ada. Tanpa mendapatkan pengetahuan yang banyak pagi itu, pembagian ruangan untuk pengawas di mulai. Saya mendapatkan partner pengawas yang berprofesi sebagai karyawan UNJ. Saya dan dia pun berkenalan dan langsung menuju ruangan untuk menempel kan nomor ujian. Karena pada waktu itu saya hanya diberitahu untuk datang jam 8 pagi, jujur saya benar-benar tidak tahu kapan ujian di mulai dan kapan ujian berakhir pada awalnya.  Ketika saya bertanya kepada partner saya dan beberapa pengawas yang saya temui, mereka pun juga tidak mengetahui kapan di mulainya ujian dan kapan berakhirnya. Saya cuma tahu bahwa LJU mulai dibagikan pukul 9.30.Akhirnya saya membagikan LJU kepada para peserta yang sudah datang. Sebelum membagikan LJU, terlebih dahulu saya memberitahukan mengenai beberapa peraturan mengenai peletakan tas, HP, dan barang-barang apa saja yang tidak boleh diletakkan di atas meja.  

Setelah membagikan LJU kepada para peserta, saya dan partner saya pun memulai untuk mencocokkan data para peserta ujian dengan data yang saya miliki, dan pada pukul 10.00 pagi saya dan partner saya mulai membagikan naskah soal sbmptn, dan ujian pun di mulai. Selama ujian, para pengawas tidak diperbolehkan untuk memainkan handphone, jadi yang saya lakukan hanya duduk di depan sambil mengisi beberapa laporan ujian yang harus saya isi. Pagi itu pada pukul 10.00 mata pelajaran yang di ujikan yaitu Kemampuan dasar yang berupa (TPA, MTK, B.Indonesia, dan B.Inggris). Ujian berlangsung hingga pukul 11.45, partner saya yang memberi tahu hal tersebut. Sayangnya, saya tidak dapat menulis waktu ujian di papan tulis karena kami tidak diberikan spidol untuk menulis. Pada pukul 11.45 serentak semua selesai mengerjakan soal dan saya mulai mengumpulkan LJU yang sudah dikerjakan, dan memberi tahu para peserta untuk beristirahat. Ujian sesi kedua akan di mulai pukul 13.00. Saya dan pertner saya turun menuju kantor panitia lokal untuk memberikan hasil LJU dan mengambil makan siang.

Saya pun beristirahat hingga pukul satu kurang lima belas. Saya sudah berada di ruang ujian sebelum pukul 13.00. Ujian kedua yaitu ujian bidang IPS. Seperti ujian pada sesi sebelumnya, saya membagikan LJU terlebih dahulu dan mempersilahkan mereka mengisi biodata selama 15 menit sebelum soal mulai dibagikan. Hal yang sama terjadi seperti pada ujian sesi sebelumnya. Selama ujian saya hanya mengisi data-data laporan yang harus diisi dan juga mengawasi jika ada yang bertindak mencurigakan. Pada pukul 14.30 ujian pun selesai, semua peserta berhenti mengerjakan soal dan saya mulai mengumpulkan LJU para peserta. Mereka pun diperbolehkan untuk pulang. Setelah selesai ujian saya pun turun menuju kantor panitia lokal untuk menyerahkan hasil ujian para peserta. Setelah itu saya pun dapat mengambil upah saya. Upah yang saya dapatkan untuk dua sesi mengawas yaitu sebesar Rp 250.000. Tidak banyak memang, tapi yang lebih penting dan berharga yaitu pengalaman yang saya dapatkan selama saya menjadi pengawas SBMPTN. Selain pengalaman yang berharga, menjadi pengawas SBMPTN juga membuka kenangan masa lalu saya saat saya menjadi peserta ujian dan berada di posisi peserta yang saya awas. Sesuatu hal yang mungkin tidak bisa dibeli oleh uang, yaitu kenangan. Overall, menjadi pengawas SBMPTN menjadikan saya mendapatkan pengalaman yang berharga. :)

Pengalaman dan kenangan merupakan salah satu hal yang tidak akan dapat dibeli dengan uang :)

Sumber gambar: Google Image

6 komentar:

  1. Nanya dong, cara daftar jadi pengawas sbmptn gimana ya? Makasih

    BalasHapus
  2. Waktu itu saya daftar melalui universitas {ui}. Sering-sering cari informasi aja.

    BalasHapus
  3. kakk aku kuliah di UI juga, daftarnya kemana yaa kak kalo mau ikut jd pengawas gtu? makasihh kak infonyaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku baru aja daftar disini
      https://sbmptnpanlokjkt.ui.ac.id/crews Deadline pendaftaran sampe bsk

      Hapus
  4. jadi, kita itu ditentuin ya untuk ngawas dimananya.
    Bukan dari kampus asal ataupun yg dekat dengan domisili?

    BalasHapus
  5. Coy briefingnya kira2 berapa lama?

    BalasHapus